Nah, ini dia yang saya takutkan dari penyakit saya yang sudah saya ceritakan di postingan terdahulu, yakni susah tidur. Benar, kalau hanya susah tidur saja yang menimpa saya, mungkin saya tidak akan terlalu peduli dn akan menerimanya begitu saja. Karena saya juga sependapat dengan saran mas Pencari Hikmah bahwa di balik segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Dan saya juga yakin di balik penyakit susah tidur saya itu ada hikmahnya. Benar, saya meyakini itu. Dan, kalau hingga saat ini saya bisa menerimanya dan tidak sampai pada tahap stress atas penyakit ini sebagiannya karena saya yakin akan hal itu.
Tapi, kalau sudah menyangkut efek samping dari penyakit susah tidur ini, saya sampai saat ini benar-benar belum bisa meyakini ada hikmah di baliknya. Oke lah, kalau penyakit susah tidur itu membawa hikmah. Setidaknya, saya bisa merasakan hikmah itu dalam bentuk kemampuan saya untuk bekerja hingga larut malam. Tidak seperti teman-teman saya yang kalau sudah jam sepuluh malam saja sudah sangat berat membuka mata. Lah, kalau efek samping berupa telat bangun ini, seperti dilihat dari sudut pandang manapun hanya lah kutukan. Karena kutukan, maka tentu tidak ada hikmah yang bisa kita temukan di baliknya. Apa coba manfaat telat bangun? Apakah ada? Kalau ada, silahkan memberi komen di sini.
Kalau bagi saya sendiri sih, telat bangun adalah sebuah kutukan. Kenapa demikian? Karena dengan mengidap efek samping telat bangun ini banyak hal-hal berguna yang tidak saya lakukan. Bahkan, ada hal-hal wajib yang tidak saya jalankan hanya gara-gara telat bangun. Contohnya, seperti sholat subuh. Kalau bangun saya terus-terusan kesiangan tentu kewajiban yang satu ini tidak saya laksanakan pada waktunya. Ya meskipun kemudian saya mengerjakannya dengan niat Qodho, tetap saja itu berarti saya tidak menjalankan kewajiban sebaik-baiknya. Karena, kan tidak ada aturan yang memperbolehkan untuk mengqodlo sholat kita. Apalagi kalau dilakukan secara terus-menerus.
Benar, memang ada satu aturan yang memperbolehkan kita untuk melakukan hal itu dengan alasan ketiduran. Akan tetapi ketiduran di sini mengacu pada tidur normal yang karena sesuatu alasan, pada waktu sholat tiba, orang tersebut tidak bangun dan hanya bangun mana kala waktu sholat telah lewat. Lha kalau saya, yang tidurnya kadang jam 3 atau setengah empat pagi, tidur saya tentu tidak bisa dihitung sebagai alasan yang benar dan sah untuk boleh mengqodlo sholat. Lha wong saya sadar sesadar-sadarnya kalau tidur saya jam segitu maka saya tidak akan mungkin bisa bangun saat subuh tiba kok.
Meskipun ketika beranjak tidur itu saya senantiasa menyetel alarm pukul 5, yang berarti masih di dalam waktu sholat subuh, toh tetap saja saya selalu tidak bisa benar-benar bangun pada saat alarm berbunyi. Dan saya tahu itu. Jadi, saya tetap tidak bisa menjadikan tidur saya sebagai alasan yang sah untuk tidka mengerjakan sholat subuh pada waktunya. Malah, keputusan saya untuk menyetel jam alarm pada pukul 5 itu adalah sebuah kesalahan. Lho kok? Ya, karena dengan menyetel alarm pada pukul itu berarti saya telah bangun pada saat telah masuk waktu sholat subuh. Dengan demikian, maka saya sudah wajib mengerjakan sholat. Tidak lagi berlaku alasan tidur. Tuh kan?
Lha, itu baru satu hal. Masih banyak hal lainnya yang sering kali harus saya lewatkan gara-gara telat bangun yang merupakan efek dari susah tidur. Kadang ada janji, dan karena saya telat bangun maka janji itu hanya tinggal janji yang tidak mungkin untuk ditepati. Mungkin tidak akan bermasalah kalau orang yang ada janji dengan kita itu tidak memiliki power. Lha kalau dia orang berkuasa (dalam pengertian bagaimanapun) tentu tidak menepati janji adalah sebuah kesalahan besar.
Ada lagi, sering karena susah tidur, meskipun saya bisa bangun pagi-pagi, ada efek lain yang harus saya tanggung. Ya, ngantuk dan tidak bersemangat. Jadi, sama saja kan? Penyakit susah tidur saya menyebabkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Entah itu telat bangun, ataupun bangun tepat waktu dan beraktifitas dengan mengantuk dan tanpa semangat, keduanya sama-sama tidak menyenangkan. Fuih!
Tags: hurdles
